Jika Ingin Berpolitik Jangan Salah Masuk Kandang Kasihan yang Berada Didalamnya Jadi Korban Kebodohan
Politik merupakan salah satu indikator untuk menguji kesadaran. Maka dari Itu jangan salah tempat dalam berpolitik, jika salah tempat maka yang terjadi adalah terjadinya penyimpangan-penyimpangan hingga mengakibatkan salah sasaran dan melenceng dari kemurniannya.
Apalagi jika ditempatkan di suatu bidang yang notabene bicara tentang nilai atau cara, contoh bidang pendidikan dan bidang pengkaderan.
Jika sampai hal itu terjadi maka yang timbul bukanlah suatu kemajuan atau kekuatan tetapi yang ditimbulkannya adalah kemunduran dan kehancuran.
Kenapa seperti itu?. Karena dibidang pendidikan seharusnya kita bicara bagaimana cara agar bisa hidup ini bisa seimbang. Bagaimana agar hidup bisa sesuai dengan tujuan dan garis dari yang menciptakan kehidupan. Sesuai dengan tugas dan tanggung jawab dari alasan kenapa kita hidup serta kenapa ada kehidupan?.
Namun jika dunia seperti pendidikan itu sudah dirasuki atau pun dicemari oleh sesuatu yang tidak sesuai dengan kemurnian dan naluri daripada kesadaran untuk lebih bercara, untuk lebih memahami arti hidup maka sudah sangat lah pasti yang terjadi adalah penyimpangan-penyimpangan makna dari arti pendidikan itu sendiri.
Pun juga bidang seperti kaderisasi. Semua orang tahu bahwa kaderisasi itu bicara tentang usaha untuk mempersiapkan orang-orang tangguh, handal, kompeten, serta bijaksana dalam mengelola lingkungannya demi tercapainya tujuan bersama atau kemakmuran bersama. Terciptanya keseimbangan hidup serta alam semesta.
Tetapi jika bidang seperti kaderisasi itu sudah di muati-muati doktrin politik apalagi jika politik kotor, maka sudah barang tentu yang terjadi malah sebaliknya. Yaitu munculnya kader-kader atau orang-orang yang bersifat rakus dan tanpa mengindahkan nilai kehidupan, sehingga terjadinya kerusakan-kerusakan di seluruh jagat raya.
Jadi jangan salah masuk kandang jika mau berpolitik. Ingat ada hidup bukan hanya dimasa anda saja. Karena masih ada masa hidup untuk anak dan cucu anda. Artinya apa yang anda tanam sekarang juga akan dipanen anak cucu anda.
Ditulis oleh: Yandi seorang sarjana S.1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan saat ini berprofesi sebagai pendidik disalah satu sekolah swasta.
Komentar
Posting Komentar