Pintu Atau Akar Atau Dasar Dan Asal atau Sering Disebut Juga Dengan Sejarah Adalah Sebagai Jati Diri Umat Manusia
Bagaimanapun atau apalah alasannya kita tidak akan pernah bisa lepas dari yang namanya asal atau akar serta dasar hingga membuat kita ada.
Atau istilah tepatnya adalah sering disebut dengan istilah sejarah.
Sejarah merupakan titik tumpu pada saat kita menghembuskan nafas keduanya bahkan titik tumpu pada saat manusia pertama bernama Adam diciptakan oleh sang maha pencipta.
Dengan begini tidak biasa dipungkiri bahwa sejarah merupakan jati diri umat manusia dalam mengemban amanah sebagai seorang Kholifah.
Manusia akan benar-benar sangat tersesat dan kehilangan jati diri kita tanpa mengenal dan memahami sejarah asal muasal dia ada di jagat semesta.
Jadi memahami sejarah merupakan suatu keharusan sebagai mahluk yang bernama manusia.
Namun di zaman seperti sekarang ini orang menjadi sering melupakan sejarah atau bahkan tidak mau tahu tentang sejarah. Mereka lebih suka berbicara realita yang ada dari pada bicara sejarah. Ada juga yang mengatakan sejarah merupakan sesuatu yang kolot dan benalu untuk diingat apalagi dipelajari.
Bagi sebagian orang menganggap sejarah merupakan suatu yang melambangkan keterbelakangan dalam segala hal.
Bahkan tidak sedikit juga yang menjadi penghianat sejarah dan memutar balik fakta sejarah. Dan itu lah penghianat yang paling hianat.
Pada dasarnya mereka juga melakukan hal demikian karena mereka juga tidak mau belajar dan mengenal akan pentingnya sejarah bagi kelangsungan hidup termasuk hidupnya sendiri. Orang seperti ini menjadi lupa bahwa akibat perbuatannya yang menyesatkan seperti itu juga akan menyesatkan dirinya dan seluruh keluarga serta anak keturunannya nantinya.
Mungkin ia beranggapan setelah kehidupannya berakhir maka berakhirlah maka tidak ada lagi kehidupan setelah itu.
Sesungguhnya amat kasian orang yang demikian, mereka terlalu menjadi korban realita hingga sampai membinasakan dirinya sendiri.
Marilah kita jauh sifat yang seperti itu. Dengan cara banyak belajar dan tanpa henti hingga berada di liang lahat.
Hanya orang yang tidak pernah berhenti belajar yang akan selamat dari tipu daya dan fitnah seperti apa yang sudah dipaparkan di atas.
Untuk itu saya mengajak terutama kepada diri saya sendiri untuk senantiasa tidak meninggal belajar. Apapun profesimu bahkan kamu Guru atau Kiai yang memang itu di bidangnya ilmu pengetahuan sekalipun. Ingat siapapun dan apapun keahlian dan profesi mu pada dasarnya kita tetaplah manusia yang lemah dan tanpa daya upaya serta senantiasa lupa akan tujuan dan makna hidup yang hakiki.
Ditulis oleh: Yandi seorang sarjana S.1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan saat ini berprofesi sebagai pendidik disalah satu sekolah swasta.
Komentar
Posting Komentar